Music News

Celoteh Elegan ala Wallaby Project lewat Single Mereka

Bali masih belum kehabisan kreatifitas. Setiap warganya berproses menjadi sesuatu, khususnya pegiat seni dan pelaku musik. Itulah yang terjadi pada Wallaby Project setelah 3 bulan lalu melepas single berjudul ‘Dazed’, konsisten menyelipkan track baru untuk diluncurkan.

Kali ini, Wallaby semakin serius mengutarakan maksud dan pesan melalui single selanjutnya berjudul ‘Mereka’. Wallaby menjadikan single ini sebuah penyampaian dan memberikan ruang dimana siapapun bisa menginterpretasikannya.

Namun kali ini, gaya bernyanyi Ben, sang vokalis sekaligus gitaris cukup berbeda daripada sebelumnya. Esensi rap dan literasi diaduk lewat bait pada single tersebut. Seolah menggambarkan seseorang yang sedang jengkel.

Ada isi yang menarik dari beberapa penggalan lirik mereka disini. Bila dilihat dari cara pandang tiap personil, seperti kata penggebuk drum, Nuel, pelopor topik pada single ‘Mereka’ mengatakan bahwa semua karena hasrat untuk memiliki, seolah segalanya di eksploitasi, ‘Alam ini diperkosa’, atau bila menurut Yezki sang gitaris ‘Korelasi komplex antara psikis manusia’ yang juga ia gambarkan keresahannya lewat melodi cadas nan optimal. Ada pun opini seperti, “Apakah akan lahir hukum dari, untuk dan oleh mereka?” keluar dari pemikiran manager Wallaby yaitu Rasta. Itu semua dibungkus apik dalam bentuk celoteh pada single ‘Mereka’.

Makna yang berwawasan dan luas ini dilapisi musik yang bukan main, juga berbobot. Ritmis yang berganti-ganti dan sekilas bumbu elektronik melengkapi kebutuhan musik mereka sehingga cukup mengagumkan bila di dengar ulang.

Menariknya lagi, di single ini Wallaby menambahkan keys yang dikerjakan langsung oleh Gede Yudis, arranger muda berbakat asal Bali.

Wallaby setuju untuk mengeluh dan mengemasnya dengan rapih, seperti kata Pison bassist,

Lirik yang terbentuk memang terkesan ngomel untuk menyatakan sebuah keresahan terhadap fenomena eksploitasi SDA maupun SDM, namun ini kita sampul serius dengan aransemen, sehingga terdengar ngomel yang elegan.” siapapun sepakat bila mendengar style musik Wallaby yang megah, segala komposisi yang baik cukup mewarnai keluhan mereka lewat musik itu sendiri.

Single ini patut mendapatkan perhatian. Pada akhirnya, siapa pun perlu momen dimana harus mencurahkan isi kepala, merujuk pada lirik yang ditujukan untuk segala lini dalam penyalahgunaan fasilitas apapun, ini adalah momen Wallaby dan pengharapan Nuel juga sebagai lirikus untuk mencurahkan keresahannya agar dapat tersampaikan.

Setidaknya Wallaby berusaha untuk tetap waras dengan jalan berkarya dalam menghadapi dilema dunia. Seperti halnya musik mereka yang elok untuk didengarkan telinga meski celoteh liriknya berkias gamblang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *